Sunday, January 18, 2009

When enough is enough.. can we decide it?

Hari ini saya tumbang..

Entah kenapa flu ini tak kunjung sembuh juga.. Padahal, saya sudah menyerah dengan menjejali diri dengan antibiotik..
Mungkin saya kelelahan.. fisik-ly.. mental-ly.. both,,

Pagi-pagi.. praktis saya malas bangun dari tempat tidur..
Dan instead of mandi.. saya memilih berchatting ria dengan teman saya yang psikolog..
Tidak untuk berkonsultasi sebenarnya, tadinya hanya untuk memastikan jadwal reunian kita..
Tapi ya.. akhirnya saya malah nyerempet juga.. hihi mumpung gratis pula.. ebot my insomnia dan migraine yang akhir2 ini kembali rajin menyambangi..

Yah sudah diduga.. basically.. stress..
Walaupun can’t define what stress is about..

Saya.. mungkin adalah orang yang paling tidak konsisten dan konsekuen akhir2 ini..
Sampai-sampai seorang teman dengan kesal sempat berkata..
’‘lo kenapa sih.. senang banget menyakiti diri sendiri.”

Wew..
Am i..

Rasa-rasanya apa yang dia bilang ada benarnya juga
Terkadang.. seringkali.. saya tidak bisa menilai, apakah yang seharusnya saya lakukan itu sudah cukup.. atau sudah berlebihan..
Hingga sampai pada satu titik, dimana saya sudah kelelahan lahir batin..
Bahwa yang saya lakukan sudah menyakiti diri saya sendiri.. fisik dan mental..

fiuhh.. menyedihkan..
Tapi sudahlah.. untuk apa mengasihani diri sendiri..
Saya tahu dan sadar, kesalahan ada di pihak saya juga..
Saya yang tidak bisa decide.. kapan harus nya semua sudah cukup
Jadi sekarang..
Saya juga yang harus clean up the mess..

hmm.. tapi for now..
i think i have to clean up this cold first..
(sneeze.. several times..)

2 comments:

Anonymous said...

Hai say...
Dont push yourself to hard
what u are after anyway
like wise man say
health is not everything
but without health, everthing is nothing.
miss u sis...

Anonymous said...

psikolog??
me??
hihihihihihi
*ge er niiy ;p*